Kenapa sih manusia sering overthinking soal masa depan? Padahal belum kejadian.. Toh juga katanya masa depan kita sudah ada yang atur, tinggal kita usaha terus aja biar bisa sampe kesana. Tapi kok tetep aja overthinking ya?? Capek?? Sama, aku juga.
Manusia diberi otak dan akal yang sangat hebat dan cerdas oleh Tuhan. Sungguh beruntung bukan? Tapi saking hebatnya terkadang otak kita tak mau berhenti berfikir walau sudah kita suruh berhenti. Sungguh tak penurut. Huft..
Overthinking-ku
Dan ini adalah tulisan yang berisi tentang overthinking-ku. Sekarang aku adalah mahasiswa tingkat akhir di suatu perguruan tinggi negeri yang bisa kubilang kurang bergengsi. Yang kalau ditanya "kamu kuliah dimana" dan kemudian kujawab jujur, pasti akan ada kalimat "hah?? itu universitas mana?".
Lucunya lagi, walau aku kuliah di univ yang bisa dibilang kurang tersebut, aku tetap tak bisa memahami kebanyakan mata kuliah yang diajarkan. Sebegitu bodohnya kah aku? Dan apa yang selalu ku overthinking-kan? Tentu saja, Abis lulus aku bisa dapet kerja nggak ya?
Sebenarnya masalah pekerjaan sudah kutakutkan dari semenjak SMA, namun aku selalu mengelakkan diri dengan berfikir "ah abis ini aku juga kuliah, kerja masih lama, pikir nanti aja". Dan sekarang hal tersebut sudah di depan mata. Apakah aku harus mengulur waktu lagi dengan lanjut jenjang? Kurasa tidak. Mau atau tidak, aku harus menerjunkan diriku ini ke dunia kerja yang 'katanya' keras. Untuk kebaikan diriku sendiri.
Hanya itu satu-satunya solusi yang terbaik untuk sekarang.
Rencanaku
Walau takut dengan masa depan yang abu-abu, tentunya kita tetap harus punya rencana, ya setidaknya untuk gambaran dan agar tidak keluar dari jalur yang kita inginkan.
Rencana pertama-ku adalah melamar pekerjaan secepat mungkin setelah aku mendapat SKL (Surat Keterangan Lulus). Dan harapannya aku bisa mendapat pekerjaan sebelum aku wisuda.Bekerja dibawah pimpinan seseorang hingga umurku mencapai 25 tahun (maybe). Dan kemudian fokus dalam mengembangkan bisnis pribadi hingga tua.
Walau rencana sering tak berjalan mulus, setidaknya kita tau sejauh atau sedekat apa kita dengan tujuan yang ingin diraih.
Wishlist Terbesar
Hanya satu.
Punya rumah tetap sebelum menikah.
Akhir
Aku tak tau apakah semua rencana dan wishlist ku aman tercapai dengan mulus, tapi setidaknya biarlah tulisan ini menjadi pengingatku akan diriku dimasa ini.
Semoga hidup-ku kan baik-baik saja.
Ditulis oleh : D.N.
Komentar
Posting Komentar